BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Ada suasana berbeda di halaman Masjid Agung Riyadlus Sholihin, Minggu (1/4/2018) pagi. Jika biasanya di halaman itu ada mobil sedang parkir, kini di halaman itu tidak ada satu pun kendaraan. Yang terlihat hanyalah sekelompok perempuan berjilbab sedang memanah.
Ya, pagi itu sekelompok perempuan yang tergabung dalam Komunitas Muslimah Kobar sedang belatih olahraga panahan.
Koordinator panahan wanita Ria Agustine mengatakan, olahraga memanah ini awalnya diadakan oleh Ikatan Dai Indonesia (IKADI). Namun khusus bagi anggota yang aktif ikut kajian saja.
Suatu ketika kegiatan olahraga memanah ini di-share oleh IKADI. Hasilnya lumayan banyak peminat yang ingin ikut kegiatan memanah. Namun saat itu olahraga panahan belum boleh dilakukan terbuka untuk umum lantaran belum ada organisasi Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) di Pangkalan Bun.
"Harus ada organisasi seperti Perpani yang melindungi kegiatan memanah. Sejak Perpani terbentuk sekitar dua bulan lalu lalu, kegiatan memanah ini baru dapat terbuka untuk umum,” kata Ria Agustine kepada Borneonews, Minggu (1/4/2018).
--page
Adapun kegiatan memanah yang dilakukan oleh Komunitas Muslimah Kobar ini telah legal dilaksanakan karena dilindungi oleh Perpani.
"Sebenarnya kegiatan ini terbuka untuk umum. Siapa saja boleh ikut. Baik yang berjilbab maupun yang tdak berjilbab. Karena dilaksanakan oleh KMK, perkiraan orang kegiatan ini hanya untuk wanita berjilbab saja. Padahal tidak,” ujar Ria. (SITI NORSITAH/m)








