PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Tim medis yang melakukan pemeriksaan didampingi aparat kepolisian terhadap bayi laki-laki menemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Yakni di bagian wajah bayi tersebut.

Bayi yang diperkirakan meninggal selama dua hari itu ditemukan tewas mengapung di Sungai Kahayan, persisnya bawah rumah lanting warga RT 02, RW 25, Rindang Banua, Gang Nelayan 1 ujung, Minggu (1/4/2018) sekitar pukul 11.00 WIB.

"Dari hasil pemeriksaan, bayi laki-laki ini memiliki panjang badan 40,5 cm. Lahir dengan cukup bulan (9 bulan). Kandisinya sudah mengalami pembusukan lanjut," tuturnya.

"Ada kemungkinan pembekapan di daerah hidung dan mulut sekitar wajah. Ada luka memar di daerah hidung dan mulut. Kemudian warnanya berbeda dibanding kulit asli (ada tanda biru)," jelas Kepala Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal, RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya, Ricka Brillianty.

Melihat hasil itu, diduga kuat pada saat bayi lahir, ada seseorang yang dengan sengaja membekap wajah bayi tersebut. Apakah itu orang tuanya atau bukan? Polisi masih menyelidiki.

"Kita masih melakukan penyelidikan. Juga akan mengecek kecepatan arus sungai selama dua hari terakhir," timpal Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul Rein Krisman Siregar. (BUDI YULIANTO/B-6)