BORNEONEWS, Sampit - Teror gedor pintu rumah saat malam hari oleh orang tak dikenal terjadi di Jalan Kembali, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim).
Menurut Eko (45), salah seorang korban, saat ia sedang bekerja di warung dan hanya ada ayahnya di rumah, ada dua lelaki-laki yang menggedor pintu rumah mereka.
Hal itu terjadi tidak hanya sekali, namun ada sekitar lima kali gedoran dalam satu malam saja.
"Saat itu kan saya kerja, di rumah hanya ayah saya saja yang umurnya sudah 80 tahun. Tiba-tiba ada dua orang laki-laki menggedor pintu. Hal itu dilakukan berulang-ulang dengan jeda waktu sekitar 15 menit," ujar Eko, Senin (2/4/2018).
Seperti penggedoran pintu terjadi pada Sabtu (31/3/2018) malam lalu mulai terjadi sejak sekitar pukul 20.00 WIB hingga 21.00 WIB. Hal itu membuat sang ayahnya ketakutan. Karena saat dilihat dari sela-sela jendela, orang tersebut tidak dikenal sama sekali.
--page
Bahkan, yang membuatnya takut, kedua orang itu tidak hanya menggedor pintu depan. Namun juga jendela samping rumah dan juga pintu samping.
"Cara dia menggedor tidak seperti yang orang mau bertamu, cukup keras sekali," kata Eko.
Hal itupun tidak diketahui oleh warga sekitar. Karena tetangga samping kanan dan kiri Eko juga tidak ada di rumah. Sehingga saat itu cukup sepi sekali.
Setelah lebih dari tiga kali menggedor pintu, barulah ayahnya menelpon dirinya. Hingga Eko pun pulang dan melakukan pemantauan. Namun saat itu sudah lebih dari pukul 21.00 WIB. Sehingga orang tersebut tidak kembali lagi.
"Saya menduga orang tersebut sudah tahu aktivitas saya. Karena setiap hari saya pulang pukul 22.00 WIB hingga 23.00 WIB. Jadi kemungkinan besar mereka sudah mengincarnya," terang Eko.
--page
Warga sekitar mengaku memang ada melihat ada laki-laki naik sepeda motor bebek lalu lapang beberapa kali. Bahkan lampu depan motor juga mati. Mereka tidak mengenal orang tersebut.
"Memang ada dua orang, satu perawatan ya besar dan yang satu kecil. Mereka pakai motor Honda Supra lama, dan lampunya mati," ujar salah satu penjaga warung yang jaraknya sekitar 50 meter dari lokasi rumah Eko.
Saat ini warga Jalan Kembali meningkatkan kewaspadaan. Karena ditakutkan mereka adalah maling atau rampok.
Warga minta polisi sering melakukan patroli di sekitar jalan tersebut. Agar kejadian teror itu tidak terulang. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)








