BORNEONEWS, Sampit - Aktivitas warung remang-remang di pinggir jalan dinilai sangat membahayakan. Banyak kendaraan pengunjung warung itu parkir di pinggir jalan tanpa memperhatikan keselamatan pengguna lain.
Anggota Komisi III DPRD Kotawaringin Timur, Sutik mengatakan, setelah ditutupnya aktivitas prostitusi, ia melihat banyak usaha esek-esek kembali dilakukan dengan modus warung remang-remang.
"Bahkan keberadaan warung remang-remang sudah banyak saya lihat seperti di kawasan Jalan Jenderal Sudirman," kata Sutik, Senin (1/4/2018).
Sutik menyebutkan, kegiatan itu perlu jadi perhatian. Menurutnya kendaraan pengunjung seperti pengendara roda empat hingga roda enam seenaknya saja memarkir kendaraan mereka di pinggir jalan.
Padahal kondisi itu sangat membahayakan apalagi di malam hari dengan penerangan yang minim dan hanya mengandalkan lampu warung di pinggir jalan. Hal itu dikhawatirkan dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
--page
"Malam hari itu banyak truk berjejeran, coba kalau ada pengendara yang tidak hapal dengan jalur itu. Ada yang menyeruduk truk yang parkir di pinggir jalan siapa yang tanggung jawab," tukasnya.
Aktivitas warung remang-remang menjamur di jalur tengkorak Jalan Jenderal Sudirman Sampit. Bahkan jumlahnya mencapai puluhan buah tersebar di beberapa tempat. Aktivitas itu mulai dilakukan pascapenutupan lokalisasi beberapa waktu lalu oleh pemerintah daerah. (NACO/B-2)








