BORNEONEWS, Sampit - Hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) hingga saat ini belum ada laporan kendala dan gangguan.
"Sampai saat ini belum ada laporan sekolah yang mengalami gangguan pada saat pelaksanaan UNBK. Dan semuanya masih berjalan lancar," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kotim Bima Eka Wardana, Senin (2/4/2018).
Menurut Bima, seluruh SMK di Kotim sudah melaksanakan UNBK. Jumlahnya ada 24 sekolah, pesertanya 2.189 siswa.
Sedangkan pelaksanaan UNBK, tidak semuanya dilakukan di sekolah mereka. Namun ada dua sekolah yang menumpang di sekolah lain yakni SMKN Mentaya Hulu menumpang di SMKN 2 Sampit dan juga SMKN Ambar Wati menumpang di SMKN 3 Sampit.
"Hanya ada dua sekolah yang menumpang di sekolah lain. Sementara sisanya sudah melaksanakan di sekolah masing-masing," kata Bima.
--page
Dengan 100% SMK melaksanakan UNBK, ia mengaku bersyukur. Karena ini dinilai efesien dan tidak banyak kendala ataupun hak yang dikerjakan. Karena tidak ada lagi soal tertulis yang mana harus dikirim dari pusat dan didistribusikan lagi ke sejumlah sekolah lainnya.
"Kalau soal tertulis sangat rawan, karena pendistribusian harus dijaga oleh kepolisian, belum lagi soal rusak. Dan tentunya rawan kebocoran. Namun kalau UNBK ini soal baru bisa dibuka setelah pihak pusat membukanya. Dan semuanya dikerjakan di komputer," terang Bima.
Sementara saat ini yang masih menjadi kendala adalah unit komputer yang tersedia. Karena sejumlah sekolah belum memiliki kelengkapan. Sehingga harus meminjam punya siswa dan juga para guru untuk melengkapinya.
"Ada bantuan dari provinsi, namuan hanya berkisar tujuh unit saja. Itupun tidak semua sekolah mendapatkannya. Sehingga pada pelaksanaan UNBK tersebut, terpaksa pihak sekolah meminjam milik guru dan siswa," terang Bima. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)








