BORNEONEWS, Buntok – Berdasarkan data dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Barito Selatan luas lahan pertanian sekitar 7.212 hektare.
Kabid Pertanian dan Holtikultura Barsel, Arthomi merinci untuk luas lahan pertanian padi sawah 5.590 hektare, sedangkan padi ladang seluas 1.622 hektare.
“7.212 hektare luas lahan pertanian itu tersebar dienam kecamatan wilayah Barito Selatan,” kata Arthomi kepada Borneonews. Senin (2/4/2018).
Ia mengatakan, pada tahun 2017 yang lalu hasil panen mengalami penurunan khususnya di bantaran daerah aliran Sungai Barito karena faktor alam yakni banjir luar biasa.
Sehingga para petani padi rata-rata gagal panen. Meski demikian para petani ini tidak kalang kabut karena penghasilan mereka tertutupi dari sarang burung walet.
--page
Dia membeberkan, sebelumnya luas sawah dan padi ladang yang bisa ditanami dalam satu tahun rata-rata seluas 9.403 hektare dengan total hasil produksi sebesar 25.942 ton GKG.
“Namun karena pengaruh iklim banjir luas lahan pertanian yang bisa ditanami hanya 7.212 hektar,” jelasnya.
Ia menambahkan, produktivitas tersebut masih rendah dan masih dibawah rata-rata nasional. Namun untuk tahun 2018 ini pihaknya berupaya maksimal.
Hal itu untuk menaikan produktifitasnya, sehingga kedepannya dapat menjadi lumbung padi di Kalteng.
Adapun program 2018 ini baik dari APBD maupun dari APBN. Dari APBD yakni penyebaran padi inbrida atau padi unggul dibagikan gratis kepada petani.
Sementara bantuan dari APBN yakni, lanjut dia, pengembangan padi inbrida 1.000 hektare, hazton 800 hektare, padi organik 200 hektare dan padi gogo 300 hektar. (URIUTU DJAPER/B-6)








