JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Perusahaan perkebunan asal Malaysia yang juga beroperasi di Indonesia, Sime Darby Plantation Bhd, menjelaskan bahwa seluruh lahan perkebunannya sekarang sudah mengantongi sertifikasi Malaysian Sustainable Palm Oil (MSPO).

Sebagai produsen minyak sawit bersertifikasi terbesar di Malaysia, Sime Darby memasok minyak sawit mentah (CPO) sebesar 1,2 juta ton yang berasal dari 124 lahan perkebunan dan 33 pabrik.

Dalam pernyataan tertulisnya, Senin (2/4/2018), executive deputy chairman dan managing director Sime Darby, Tan Sri Mohd Bakke Salleh, menyatakan pihaknya berhasil mendapatkan sertifikasi MSPO untuk seluruh perkebunan yang dikelolanya lebih cepat dari tenggat yang ditetapkan pemerintah, yakni Desember 2018. 

Untuk diketahui, Sime Darby saat ini juga sebagai produsen minyak sawit terbesar yang bersertifikasi RSPO Certified Sustainable Palm Oil (CSPO), yaitu sekitar 20 persen dari kapasitas produksi dunia.

"Kami yakin skema MSPO akan sukses dengan semakin bertambahnya para pelaku industri sawit yang tersertifikasi. Hal ini akan semakin menguatkan merek minyak sawit di dunia," ujar Bakke.

--page

Ia menekankan bahwa pihaknya akan terus bekerjasama dengan Malaysian Palm oil Board (MPOB) untuk memfasilitasi sertifikasi MSPO bagi petani sawit skala kecil yang memasok sawit ke pabrik milik perusahaan.

Di Indonesia, Sime Darby Plantation melakukan operasi melalui anak usaha, Minamas Plantation. Minamas memiliki lahan perkeunan yang tersebar di sembilan provinsi dengan total landbank seluas 279.691 hektare, dengan area tanam seluas 202.182 ha, yang sekitar 80% sudah matang.

Selain itu, Minamas memiliki dan mengoperasikan 68 lahan perkebunan sawit, 1 lahan perkebunan karet dan 24 pabrik yang berlokasi di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. (NEDELYA RAMADHANI/m)