JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) akan fokus meningkatkan kinerja operasional perusahaan tahun ini dengan cara menaikkan produksi, melakukan ekspansi dan efisiensi.

"Tahun ini, kami berupaya untuk fokus mencapai tingkat produksi yang optimal dengan peningkatan target sebesar 15% hingga 20% dibandingkan realisasi tahun lalu. Berdasarkan data Sampoerna Agro, pada 2017 produksi CPO sebesar 322.761 ton," kata Head of Investor Relations SGRO, Michael Kesuma, di Jakarta, Senin (2/4/2018).

Perkiraan produksi yang tinggi tersebut didasarkan atas dua faktor utama, yakni faktor cuaca dan usia kebun sawit Sampoerna yang produktif, di mana usia rata-ratanya adalah 10 tahun.

Michael mengatakan, adanya peningkatan produksi CPO dan Palm Kernel (PK) pada tahun lalu menjadi pemacu peningkatan penjualan Sampoerna Agro. Tahun lalu, perusahaan ini memang mencatat kenaikan penjualan hingga 24%, dari Rp2,91 triliun menjadi Rp3,62 triliun.

"Jumlah penjualan dari kedua produk tersebut meningkat signifikan yang didasari peningkatan dalam aspek harga maupun volume," papar dia.

--page

CPO dan PK, lanjut Michael, mengalami peningkatan harga jual sebesar 8% dan 11%. Pada 2016, harga jual rata-rata CPO sebesar Rp7.651 per kg, meningkat 8% menjadi Rp8.274 per kg. 

"Sementara harga jual rata-rata PK pada 2016 sebesar Rp6.600 per kg, dan meningkat menjadi Rp7.302 per kg," ujarnya.

Michael menambahkan, pencapaian penjualan Sampoerna Agro sangat dipengaruhi oleh harga komoditas yang pergerakannya cukup besar. Namun, pihaknya akan lebih fokus meningkatkan kinerja operasionalnya.

"Kalau panen meningkat 15% hingga 20%, tentunya pendapatan akan meningkat, terlebih kalau harganya tetap atau meningkat. Tetapi ada banyak faktor yang mempengaruhi harga komoditas sawit," tutur Michael. (NEDELYA RAMADHANI/m)