BORNEONEWS, Palangka Raya– Tahun ini siswa dari 129 sekolah menengah kejuruan (SMK) di Provinsi Kalimantan Tengah tidak lagi menghadapi ujian nasional berbasis kertas dan pensil (UNKP).
Metode itu sudah diganti dengan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) yang berlangsung selama empat hari dari 2 April hingga 5 April 2018.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kalteng Slamet Winaryo, Senin (2/4/2018), mendampingi Plt Sekda Kalteng Fahrizal Fitri mengunjungi sejumlah SMK negeri di Kota Palangka Raya.
"Siswa (SMK) di Kalteng mengikuti ujian nasional mulai hari ini. Ada 129 sekolah yang mengikuti ujian yang berlangsung hingga 5 April 2018. Semua SMK di Kalteng tahun ini 100% sudah UNBK. Tahun lalu masih belum, sebagian UNKP," tutur Slamet Winaryo kepada Borneonews.
Dari lima provinsi di Pulau Kalimantan, hanya Kalteng yang sudah 100% ujian berbasis komputer.
--page
Pada 2017, hanya 20% SMA/MA/SMK di Kalteng melaksanakan UNBK. Gubernur Kalteng Sugianto Sabran punya andil besar dalam peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan ini.
Bantuan unit komputer dan jaringan dikucurkan supaya pelaksanaan UNBK bisa maksimal, termasuk di antaranya melalui program CSR perusahaan.
“Kalteng harus terus berupaya mempercepat peningkatan kualitas pengajaran, termasuk dalam hal pelaksanaan ujian. Bersyukur, ujian nasional tahun ini berbasis komputer bisa terlaksana seluruhnya, di semua sekolah," kata Gubernur. (ROZIQIN/B-3)








