PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pembahasan rencana pembangunan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) di Kalimantan Tengah (Kalteng) terus dikerucutkan. Hal ini merealisasikan mimpi Kalteng untuk memiliki RSUP agar segera terwujud.

Bukan hanya untuk Kalteng, tetapi RSUP ini didekasikan untuk masyarakat Kalimantan. Sebab hingga saat ini, belum ada satupun rumah sakit bertipe A seperti RSUP ini, ada di Pulau Kalimantan.

Masalah lokasi masih belum ditentukan, karena perlu pembahasan lebih lanjut. Tetapi usulan pendanaan sudah disiapkan. Termasuk pada 2018 ini, sudah ada anggaran penyusunan masterplanm dan Detail Engineering Design (DED) proyek pembangunan RSUP di APBD Kalteng.

Pembahasan mengenai pendirian RSUP ini dibahas dalam rapat Tindak lanjut Pembahasan Usulan dana alokasi khusus (DAK) Fisik 2019 dan APBN 2019 yang dipimpin Plt Sekda Kalteng Fahrizal Fitri di Ruang Rapat Eka Hapakat Lantai 3 Kantor Gubernur Senin (2/4/2018) .

“Total usulan agar didanai pusat untuk RSUP ini adalah Rp 790 miliar terbagi tiga tahun pembangunan. Tahun pertama kita usulkan Rp 9 miliar untuk pembangunan tahap awal, dan Rp 900 juta untuk DED diusulkan pada perubahan APBD Kalteng 2018,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng, Yayu Indrayaty.

--page

Yayu mengatakan, tahap 1 pada 2019 nanti dianggarkan untuk pengerjaan konstruksi sebesar Rp9 miliar. Kemudian di tahun kedua sebesar Rp 225 M, dan pada tahun ketiga atau 2021 adalah senilai Rp 431 miliar.

Namun, dalam akhir pembahasan mengenai RSUP tersebut, skema pembiayaan yang akan diusulkan ke Pemerintah Pusat mendapat sejumlah kritikan. Simpulan rapat meminta agar skema pembagian per tahap dievaluasi, tidak lagi menggunakan pembagian Rp 9-225-431 miliar karena terlalu riskan jika alokasi pendanaan justru besar di akhir tahapan. (ROZIQIN/B-5)