BORNEONEWS, Sampit - Beberapa minggu belakangan ini aksi balapan liar di Sampit semakin marak dan meresahkan warga setempat serta pengguna jalan lainnnya.
Sejumlah pemuda memanfaatkan persimpangan jalan HM Arsyad dan Ahmad Yani, Kecamatan MB Ketapang sebagai sirkuit balapan ilegal.
Salah seorang warga sekitar, Rizky (25), mengaku resah dengan aktivitas para pembalap liar yang melakukan aksinya di malam hari itu. Bahkan kegiatan itu juga pernah membuat pengendara lainnya tertabrak.
"Balapan pada malam hari, saat jam tidur. Suara keras dari motor mereka mengganggu waktu istirahat saya. Bahkan pernah ada pengendara lain yang melintas tertabrak oleh mereka," ucap pria yang akrab disapa Kiki itu, Selasa (3/4/2018).
Ia mengaku pernah menegur para pembalap liar agar menghentikan aksinya. Bukannya ditanggapi dengan baik, para pembalap liar itu malah mengusir dirinya dengan kata-kata yang tinggi.
--page
"Saya malah diusir. Saya takut, mereka banyak. Jadi saya langsung pulang," lanjutnya.
Mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Sampit itu meminta agar pihak kepolisian setempat dapat menertibkan kegiatan ilegal yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat itu.
"Semoga aparat hukum dapat menindak para pelaku balap liar itu. Agar Kamtibmas di jalan tetap kondusi. Aman dan nyaman saat berkendara itu lah yang selalu diharapkan," tutu mahasiswa semester 4 itu. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-5)








