BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pembentukan relawan Kotawaringin Barat (Kobar) pertama kali pada 2017. Tujuan awalnya untuk membantu teman mereka yang bernama Silon karena penyakit kelenjar getah bening yang dideritanya.
"Waktu itu kita juga dibantu oleh musisi Kotawaringin Barat untuk melakukan penggalangan dana. Selama dua hari kita melakukan pengumpulan dana dan pada akhirnya terkumpulah Rp40 juta," kata Wakil Ketua Relawan Kobar, Majukur Arazak, Selasa (3/4/2018).
Selain itu berawal dari situ mereka berpikir bahwa masyarakat Kobar memiliki rasa peduli dengan sesama, sehingga relawan ini terbentuk untuk membantu masyarakat yang membutuhkan dana berobat.
"Ada beberapa klasifikasi yang dibantu seperti tidak mampu, dan jumlah dana yang diperlukan untuk berobat. Selain itu yang kita bantu ini tidak semuanya sembuh karena penyakit itu bermacam-macam, ada juga yang sampai meninggal," ucapnya.
Dia mengatakan setiap kali Relawan Kobar mendapatkan dana dalam sehari itu minimal Rp10 juta. Dalam menjalankan aktivitasnya mereka mempunyai izin untuk menggalangkan dana dari Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah, SK dari Kementrian Hukum dan HAM juga ada dan juga dari Kesbanglinmas serta notaris. (HARDI/B-6)








