PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Antara yang tertangani dan jumlah yang berkeliaran di lapangan, justru masih lebih banyak kasus pasung dan gangguan jiwa yang tidak tertangani dan berada di tengah-tengah penduduk.

Kenapa demikian? data yang terekam di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kalawa Atei milik Pemprov Kalimantan Tengah (Kalteng) yang dilaporkan atau yang dirawat tidak sampai mencerminkan per jumlah seperseribu penduduk sesuai prevalensi.

Direktur RSJ Kalawa Atei, Suyuti Syamsul mengatakan memang betul tidak ada data riil sebagai pembanding antara instansi lain dengan instansi yang dipimpinnya ini.

Tapi hasil riset kesehatan dasar, menyebut kecenderungan adanya 1 pengidap gangguan jiwa berat per 1.000 penduduk.

“Data pasti jumlah penderita gangguan jiwa di Kalteng memang tidak pernah ada. Berdasarkan riset kesehatan dasar tahun 2013, setiap 1000 penduduk terdapat 1 orang yang mengalami gangguan jiwa berat,” kata Suyuti kepada Borneonews, Selasa (3/4/2018).

--page

 “Artinya, di Kalteng ini dengan 2.500.000 penduduk maka ada 2.500 orang yang mengalami gangguan jiwa. Lalu, berapa banyak yang telah ditangani di RSJ, dan kemana yang lainnya?,” lanjutnya.

Karena itu, ia berharap agar 14 pemerintah daerah di Kalteng, untuk serius menangani data ini. Ketika menjumpai atau mendapatkan laporan dari warga, agar ditangani dan diupayakan penyembuhannya, baik dengan konseling atau rawat jalan maupun rawat inap jika sudah dianggap berat. Partisipasi aktif dari lurah atau tokoh masyarakat untuk melaporkan, sangat diharapkan pihaknya. (ROZIQIN/B-6)