PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Daging ayam ras menjadi penyumbang utama inflasi yang terjadi di Kota Palangka Raya pada Maret 2018, sedangkan penyumbang utama inflasi di Kota Sampit adalah komoditas bawang merah.

Daging ayam ras memicu inflasi di Palangka Raya dengan andil 0,06 persen dan bawang merah di Sampit memicu inflasi dengan andil 0,09 persen.

Ada beberapa hal menurut Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kalimantan Tengah (Kalteng) terkait kondisi tersebut.

Ada unsur kondisi inflasi/deflasi pada bulan sebelumnya, dan ada juga karena tekanan pasokan dari daerah penghasil di luar Kalimantan akibat cuaca.

“Tekanan harga daging ayam ras adanya efek rebound dari deflasi pada periode sebelumnya, sedangkan tekanan harga bawang merah disebabkan isu nasional keterbatasan pasokan bawang merah,” kata Setian, Deputi Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalteng yang juga wakil ketua TPID Kalteng, Selasa (3/4/2018) saat pertemuan di ruang rapat asisten.

--page

Ia menjelaskan, pada Maret 2018, secara keseluruhan komoditas volatile food merupakan penyebab utama terjadinya Inflasi baik di Kota Palangka Raya (Daging Ayam Ras) dan Kota Sampit (Bawang Merah).

Setian juga memperkirakan inflasi pada periode mendatang terdapat beberapa hal yang menjadi penyebab. Yaitu sebab Core (inti) antara lain kenaikan harga emas dunia, second-round effect pelemahan nilai.

Seperti diketahui, selama Maret 2018, Kota Palangka Raya terjadi inflasi sebesar 0,37 persen. Di Sampit juga terjadi inflasi sebesar 0,31 persen. 

Provinsi Kalteng yang merupakan gabungan Palangka Raya dan Sampit, terjadi inflasi 0,35 persen, dengan laju inflasi tahun kalender 0,88 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun 2,31 persen. (ROZIQIN)