PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya –  Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kalimantan Tengah (Kalteng) sudah bisa memperkirakan inflasi di akhir April 2018 mendatang, yaitu tidak lebih dari 2 persen.

Wakil Ketua TPID Kalteng yang juga pejabat BI Kalteng, Setian, mendasarkan beberapa parameter sehingga berani menyebutkan kondisi ekonomi sebagai ‘inflasi dangkal’ tersebut.

“Bulan depan kemungkinan inflasi, tetapi dangkal atau tipis. Berkisar antara 0,1 hingga 0,2 persen lah. Tapi mudah-mudahan deflasi, sehingga agak meredam lonjakan inflasi kalau ada hari besar keagamaan mulai Mei 2018 mendatang,” terangnya, Selasa (3/4/2018)

Setian memperkirakan inflasi pada periode mendatang terdapat beberapa faktor penyebab. Yaitu sebab dari sisi Core (inti) antara lain kenaikan harga emas dunia, dan second-round effect pelemahan nilai tukar terhadap barang impor.

Sedangkan dari sisi Administered Prices atau harga barang yang tidak bisa dikendalikan dengan kebijakan pemerintah daerah, adalah biaya cukai rokok yang naik. Kemudian BBM non-subsidi yaitu naiknya harga pertalite.

--page

“Sedangkan  dari sisi Volatile Foods atau barang kebutuhan makanan pokok, bisa terganggu antara lain adanya curah hujan tinggi yang bisa menyebabkan sejumlah sentra produksi terganggu,” jelasnya. (ROZIQIN/B-11)