PURUK CAHU –

BORNEONEWS, Puruk Cahu – Kondisi perekonomian masyarakat Kabupaten Murung Raya (Mura) beberapa waktu terakhir masih labil.

Ini di antaranya karena pengaruh banyaknya perusahaan batubara yang beroperasi di kabupaten tersebut belum bisa beroperasi karena anjloknya harga jualnya bahan tambang tersebut.  Sehingga tidak sedikit perusahaan mengambil lahkah terburuk seperti merumahkan karyawannya.

Dengan kondisi seperti itu, tentu juga berpengaruh pada tarap kehidupan masyarakat di kabupaten paling Utara Kalimantan Tengah (Kalteng) ini, bahkan kondisi perekonomian masyarakat khususnya yang menggantungkan hidupnya dari perusahaan dan manfaat dari keberadaan perusahaan terbilang labil.

Plt Bupati Mura Darmaji mengakui kondisi perekonomian masyarakat sekarang ini masih labil dibanding beberapa tahun sebelumnya. Hal itu karena berbagai faktor, khususnya dari usaha masyarakat untuk mendapattkan penghasilan.

"Memang saya melihat perekonomian masyarakat masih dalam kondisi yang kurang stabil, seperti di pedesaan yang banyak masyarakat menggantungkan kehidupannya dari usaha karet dan bekerja di perusahaan," kata Darmaji, belum lama ini.

Menurut Darmaji, turunnya harga jual batubara membuat perusahaan tidak dapat mengekspor batubara dan memilih hanya melakukan aktivitas rutinitas biasa di lingkup perusahaan tanpa melakukan aktivitas penambangan hingga penjualannya.

"Seperti ketika saya masuk sungai Laung beberapa waktu lalu, hampir tidak ada aktivitas hilir mudik di dalam sungai itu tidak seperti biasanya perusahaan yang sedang beroperasi," terang Darmaji.

Hal itu itu menunjukan bahwa perekonomian masyarakat, kata Darmaji kurang begitu baik bahkan tidak ada transaksional di dalam masyarakat yang dapat mengembangkan perekonomian yang mengarah kesejahteraan masyarakat. (TRISNO/B-5)