JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) tengah melakukan kajian untuk mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa di Kalimantan Timur.

Langkah itu sebagai komitmen perseroan untuk mengembangkan perkebunan kelapa sawit secara berkelanjutan, kata Direktur Utama DSNG, Andrianto Oetomo, di Jakarta, Rabu (4/4/2018).

Sedangkan untuk melancarkan distribusi, menurut Andrianto, perusahaan melakukan pemeliharaan jalan di beberapa lokasi kebun.

Di sisi lain, perseroan juga akan menambah jumlah pabrik pengolahan tahun ini dengan membangun Pabrik Kelapa Sawit (PKS) baru di Kalimantan Barat.

"Pembangunan pabrik yang kedelapan tersebut seiring dengan bertambahnya tanaman.PKS berkapasitas 30 ton per jam tersebut merupakan pabrik pertama perusahaan yang berlokasi di Kalimantan Barat," ucapnya.

--page

Dengan beroperasinya pabrik itu, total kapasitas PKS perseroan akan mencapai 480 ton per jam.

Adapun total belanja modal perseroan tahun ini mencapai Rp600 miliar, yang sebagian besar untuk membangun pabrik dan selebihnya untuk membangun pembangkit listrik dan pemeliharaan jalan kebun.

Andrianto menilai, pada tahun lalu perseroan mencatat kinerja cukup menggembirakan setelah tahun sebelumnya mengalami penurunan akibat dampak lanjutan El-Nino. Jumlah Tandan Buah Segar (TBS) yang diproduksi sebanyak 1,6 juta ton, meningkat 42% dibandingkan tahun sebelumnya.

"Produksi minyak sawit atau Crude Palm Oil (CPO) juga meningkat 29% menjadi 403,6 ribu ton, dengan harga jual rata-rata minyak sawit Rp8,1 juta per ton, naik 8% dibandingkan 2016," ujar Andrianto. (NEDELYA RAMADHANI/m)