SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pemadaman listrik di sejumlah wilayah Kalteng termasuk Kota Sampit berimbas terhadap penyaluran air bersih. Sejumlah pelanggan PDAM Sampit pun terimbas.

"Satu jam saja listrik padam, maka harus menunggu satu hari agar aliran air normal. Ketika listrik menyala pun belum tentu air bisa langsung mengalir," kata Direktur PDAM Dharma Tirta Sampit, Firdaus Herman Ranggan, Rabu (4/4/2018).

"Petugas harus berkeliling membuka pembuangan angin yang berada di dalam pipa penyalur air terlebih dahulu, apabila tidak dibuka menyeluruh maka air tidak akan mengalir," imbuh Firdaus.

PDAM juga berusaha menggunakan generator set (genset) untuk menanggulangi masalah itu. Namun daya listrik yang dihasilkan tidak maksimal, belum bisa menjalankan mesin penghasil air bersih PDAM.

"Kami sudah menggunakan genset, tapi daya nya tidak mampu menyalakan mesin produksi air bersih," kata Firdaus.

--page

Selain terkendala oleh listrik, PDAM Dharma Tirta Sampit juga memiliki kendala anggaran untuk memaksimalkan pelayanan kepada pelanggan. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-11)