BORNEONEWS, Sampit - PDAM Dharma Tirta Sampit kembali menyuarakan alasan klasik terkait belum maksimalnya pelayanan kepada pelanggan. Direktur PDAM, Firdaus Herman Ranggan mengatakan pihaknya masih terkendala anggaran.
Instansi pelayanan air bersih tersebut memerlukan modal selama kurun waktu 4 tahun sebesar Rp 72 miliar.
"Kami memerlukan Rp 72 miliar untuk jangka waktu selama empat tahun agar pengelolaan air bersih agar lancar," kata Firdaus Herman Ranggan, Rabu (4/4/2018).
Dia mengatakan, hal tersebut tidak sebanding dengan tuntutan pada saat ini yang terbilang cukup besar. Salah satunya menindaklanjuti daftar tunggu pemasangan PDAM dan fasilitas pengelolaan air bersih. Ada 12 ribu daftar tunggu pelanggan yang belum bisa ditindaklanjuti.
Firdaus yakin, bila air bersih lancar maka daerah akan aman. Tidak bisa dipungkiri banyaknya keluhan yang selalu mencuat di kalangan masyarakat yakni air dan listrik. Karena kedua hal tersebut merupakan kebutuhan pokok masyarakat. Selain itu, air juga mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
--page
"Tinggal pemerintah saja nanti. Kami minta sekali saja dibantu anggarannya, dengan begitu saya yakin sudah bisa mengatasi kendala selama ini," pungkasnya. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-11)








