BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada 2017 Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatatkan status gizi di Bumi Tambun Bungai melebihi standar nasional.
Catatan itu disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kalteng, Yayuk Indriati saat membacakan laporan panitia rapat kerja kesehatan daerah (Rakerja) di Kota Palangka Raya, Kamis (5/4/2018).
Status gizi di Kalteng berdasarkan survei gizi di 2017 mencapai angka yang tinggi yaitu 39 persen, padahal standar nasional 29,6 persen.
"Tentunya kita harus berbangga dengan capaian itu, bahkan Semoga ini menjadi perhatian kita semua, ada beberapa kabupaten yang angka status gizi tinggi di atas 40 persen," ujarnya.
"Kami sangat berterimakasih, karena tentunya tanpa kepedulian masyarakar terhadap kesehatan tidak akan ada angka setinggi itu," lanjutnya.
--page
Yayuk juga mendapat kabar bahwa presiden mencoba mengeleminasi 100 desa gizi terbaik Indonesia, maka Kalteng dalam hal ini akan diwakili Barito Timur dengan 10 desa.
Meski begitu Dinas Kesehatan Kalteng belum merasa puas dengan pencapaian angka 39 persen status gizi tersebut, dan akan memprioritaskan empat program.
Empat program yang dimaksud adalah, pertama paradigma sehat, bergerak dalam penguatan promotif dan preventif yang diimplementasikan dalam kegiatan kesehatan berbasis masyarakat
Kedua peningkatan akses kesehatan berupa pemenuhan tenaga kerja kesehatan, sarana baik tingkat primer sampai sistem rujukan dan kedepan akan dibangun sistem pelayanan rujukan dari fisik, fasilitas maupun sistem.
Ketiga peningkatan mutu pelayanan kesehatan, dan keempat menunjang sinegritas pemerintah pusat dan daerah, yaitu penguatan jaminan kesehatan menuju universal healt covarage pada tahun 2019. (GAZALI/B-6)








