BORNEONEWS, Sampit - Apes nasib Hery Setiawan. Saat mengikuti pelatihan kerja di PT Sarana Multi Niaga (SMN), seorang operator di perusahaan ini meninggal.
Hery Setiawan (30) tewas setelah terkena ledakan dari sebuah ban alat berat jenis grader.
Saat itu korban sedang mengisi angin ban bersama kedua rekannya, Doni (28) dan Angga (20). Tiba-tiba ban meledak hingga membuat korban terlempar sejauh 6 meter.
Hery mengalami luka sobek dibagian paha atas yang mengakibat dia lansung meninggal dunia dit empat. Sementara kedua orang rekannya, hanya mengalami luka memar.
EY, salah seorang rekan korban yang ikut pelatihan tersebut mengatakan, peralatan yang digunakan dalam latihan sudah tidak dirawat selama bertahun-tahun oleh perusahaan itu.
--page
Para karyawan juga sering meminta kepada atasannya agar merawat dan mengganti alat tersebut.
"Peralatan yang digunakan dalam pelatihan tidak pernah diganti dan di service selama 5 tahun lebih. Kami juga sudah pernah meminta diganti dan dirawat, namun tidak dihiraukan," ucap EY saat ditemui diruang jenazah RSUD Murjani Sampit.
Sementara saat Borneonews.co.id berbincang dengan Nurmaini, istri korban mengatakan, hanya meminta santunan kepada pihak perusahaan agar suaminya itu dapat dimakam secepatnya.
"Mau gimana lagi, saya hanya ingin pihak perusahaan dapat bertanggung jawab agar jasad suami saya segera dimakamkan dengan layak," ucap istri mediang. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-6)








