PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pertengahan April 2018 ini insentif guru sekolah Minggu akan dicairkan Pemerintah Kota Palangka Raya.

Selain kabar baik ini, menurut Kepala Bagian Kesra Setda Kota Palangka Raya, Abramsyah ada kenaikan insentif bagi para guru sekolah Minggu ini.

"Ada kenaikan insentif untuk guru sekolah Minggu. Sebelumnya insentifnya Rp250.000 per bulan, mulai tahun ini menjadi Rp400.000 per bulan dibayarkan per triwulan," kata Abramsyah, Kamis (5/4/2018).

Menurutnya, adanya kenaikan insentif bagi para guru semua agama yang bukan aparatur sipil negara ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian Pemko Palangka Raya.

"Para guru agama ini telah berkontribusi untuk ikut serta  mencerdaskan anak bangsa melalui bahasa agama. Meski demikian, dalam pemberian insentif tersebut kita tidak secara terus menerus berlakukan kepada seorang guru agama, namun harus digilir kepada guru agama sekolah minggu lainnya yang tercatat jumlahnya masih banyak," tuturnya.

--page

"Kita hanya memberikan insentif untuk 750 guru yang mengajar Sekolah Minggu dari semua agama, Kristen Protestan dan Katholik. Padahal total keseluruhan guru Sekolah Minggu di Palangka Raya ada sekitar 1.600 lebih. Karena itu, insentif diberikan secara bergilir," tuturnya lagi.

Adanya kebijakan pemberian insentif secara bergilir ini menurut Abramsyah dimaksudkan agar ada pemerataan.

Jadi, guru yang sudah menerima di bulan April, maka pada triwulan berikutnya tidak mendapat lagi insentif namun menunggu lagi giliran berikutnya.

"Hal ini dilakukan mengingat anggaran pemerinta kota yang masih sangat terbatas, sehingga tidak mampu memberikan insentif bagi semua guru Sekolah Minggu secara keseluruhan," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/B-6)