BORNEONEWS, Palangka Raya - Peristiwa gantung diri yang terjadi di RT 03, RW II, Kelurahan Tumbang Tahai, Kecamatan Bukit Batu, Kamis (5/4/2018) sekitar pukul 02.00 WIB, bukan kali pertama terjadi di Kota Palangka Raya.
Tapi sudah ada beberapa orang yang nekat mengakhiri hidup dengan cara demikian. Motifnya bervariasi. Ada yang ekonomi, sakit yang tidak kunjung sembuh hingga masalah cinta.
Demi menghindari aksi serupa, Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul Rein Krisman Siregar mengingatkan masyarakat agar mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.
"Dekatkan diri kepada Tuhan, itu cara yang paling baik," pesan kapolres, Kamis (5/4/2018).
Dia menyarankan apabila ada seseorang yang merasa gundah, alangkah baiknya dikomunikasikan dengan keluarga atau orang terdekat guna mencari solusi.
--page
Bukan mengambil jalan pintas dengan cara gantung diri. "Yuk, mari dekatkan diri kepada Tuhan," tutur AKBP Timbul Siregar.
Diberitakan, peristiwa terbaru gantung diri terjadi di Sidomulyo, RT 03, RW II, Kelurahan Tumbang Tahai, Kecamatan Bukit Batu, Kamis (5/4/2018) sekitar pukul 02.00 WIB.
Korban bernama Sugimin (54) ditemukan tewas tergantung di kandang sapi miliknya. Motif atas aksi nekat itu karena sakit di bagian persendian. (BUDI YULIANTO/B-6)








