BORNEONEWS, Kasongan - Petani di wilayah Kecamatan Katingan Kuala sejak sebulan lalu, hingga saat ini masih melaksanakan panen padi. Adapun puncaknya, berlangsung pada akhir Maret 2018 lalu. Kendati demikian, harga beras lokal di tingkat eceran masih terbilang mahal.
"Harga beras trans Pagatan masih sama seperti kemarin-kemarin Rp11 ribu per kilo," tutur Midah, seorang penjaga toko sembilan bahan pokok (Sembako) di Pasar Kasongan, Kamis (5/4/2018).
Menurutnya, harga beras trans Pagatan sudah sejak sekitar lima bulan terakhir berkisar antara Rp 10 ribu - Rp11 ribu per kilogramnya.
"Tapi kalau sekarang beras trans Pagatan dan trans Pangkuh rata-rata dijual 11 ribu per kilo, kecuali beras bulog Rp 10 ribu," katanya.
Masih mahalnya harga beras lokal ini dikeluhkan sejumlah ibu rumah tangga di Kasongan.
--page
"Sebelumnya harga beras trans Pagatan maupun Pangkuh itu hanya Rp 8 ribu per kilo, tapi sekarang mahal jadi Rp11 ribu per kilonya," kata Santi, ibu rumah tangga di Kelurahan Kasongan Lama.
Meski menyebutkan mahal, dia tetap membeli beras itu. "Berasnya enak, pulen dan pokoknya cocok dengan selera kami," katanya menambahkan. (ABDUL GOFUR).








