SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Madrasah Aliah (MA) tahun 2018 di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), akan diikuti 2.407 siswa. 

"2.407 siswa itu dari 22 SMA/MA di Kotim," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kotim, Bima Eka Wardana, Kamis (5/4/2018). 

Untuk UNBK tingkat SMA pada 2018 ini diikuti seluruh sekolah di Kotim. Atau tidak ada lagi SMA melaksanakan ujian nasional berbasis kertas dan pensil (UNKP). 

UNBK sendiri disebut lebih efektif dibandingkan UNKP, karena tidak ada lagi keterlambatan soal ujian. Sistem ini juga meminimalisasi tertukarnya soal, dan ketidakjelasan hasil cetak soal. Selain itu, UNBK tidak memiliki kerumitan pengumpulan lembar jawaban ujian nasional (LJUN).

"UNBK juga lebih mengakomodasi siswa dengan ketunaan, misalnya untuk penglihatan kurang, tulisan dan gambar bisa diperbesar," kata Bima. 

--page

Tidak hanya itu, hasil UN juga bisa diumumkan lebih cepat sehingga siswa memiliki lebih banyak waktu untuk mempersiapkan pendidikan ke jenjang yang lebing tinggi. Kelebihan lainnya, pengamanan dan penyediaan logistik UNBK juga lebih mudah. 

Maka dari itulah pihak Disdik mengupayakan agar seluruh sekolah di Kotim tidak lagi melaksanakan UNKP dan semuanya UNBK. Walaupun ada sekolah yang harus menumpang melaksanakan UNBK di sekolah lain. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)