PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar Focus Group Discusion atau Diskusi Kelompok Terpumpun mengenai Neraca Pendidikan Daerah (NPD) di Kalimantan Tengah (Kalteng).

NPD ini menggambarkan kondisi suatu daerah terkait pelaksanaan tugas pendidikan, antara lain berapa alokasi anggaran, jumlah dan kondisi serta akreditasi satuan pendidikan, data dan capaian pendidikan, indeks pembangunan manusia (IPM) dan lainnya.

Selain NPD, juga membahas kebijakan strategis Kemendikbud. Staf Ahli Mendikbud Bidang Hubungan Pusat dan Daerah, James Modouw melakukan audensi dengan Pelaksana tugas (Plt) Sekda Kalteng Fahrizal Fitri, Jumat (6/4/2018).

Bersama James, antara lain Kepala Pusat Analisis dan Sinkronisasi Kebijakan (PASKA), Hendarman, Kepala LPMP Kalteng, Sukaryanti, Mewakili Kepala BP Paud dan Dikmas Kalteng Sunik Andayani dan Peneliti Muda Balai Bahasa Kalteng, Basori.

“Dalam rangka membangun tata kelola pemerintahan yang baik dan membangun komunikasi yang efektif dengan daerah di bidang pendidikan maka Kemendikbud melalui PASKA, akan melakukan kegiatan FGD NPD,” kata James.

--page

Prinsip dalam NPD, terangnya, adalah sebuah mekanisme yang menjamin sistem keterbukaan dan standardisasi proses pelayanan publik, yang memfasilitasi pertanyaan dan masukan publik tentang berbagai kebijakan dan pelayanan public maupun proses-proses di dalam sektor pendidikan dan kebudayaan, dan mekanisme yang memfasilitasi pelaporan maupun penyebaran informasi pendidikan dan kebudayaan.

Sedangkan yang digambarkan dalam neraca adalah memuat antara lain berapa anggaran pendidikan yang dialokasikan daerah untuk pendidikan (menurut urusan) dan yang diterima daerah dari pusat (transfer pusat ke daerah untuk bidang pendidikan).

“Kemudian jumlah, kondisi, dan akreditasi satuan pendidikan, Capaian Pendidikan (nilai Ujian Nasional, Uji Kompetensi Guru, Indeks Integritas UN), data pendidikan daerah (jumlah siswa, guru, kelas, sekolah), IPM (berdasarkan angka harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah),” terangnya. (ROZIQIN/B-5)