BORNEONEWS, Palangka Raya- Tidak disangka, kerajinan getah nyatu karya warga binaan pemasyarakatan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Palangka Raya mendapat nilai tertinggi pada Pameran Produk Unggulan Narapidana (PUN) 2018 di Kementerian Perindustrian.
Pameran itu berlangsung di Jakarta sejak Selasa (3/4/2018) hingga Jumat (6/4/2018).
Atas hasil tersebut, stan Divisi Pemasyarakatan (Divas) Kalteng pun berhak menjadi jawara pada lomba souvenir untuk hotel. Karya warga binaan yang mewakili Divpas Kalteng mengalahkan produk dari 32 stan Divas se-Indonesia.
Kepala Divisi Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Tengah Anthonius Mathius Ayorbaba menerima hadiah yang diserahkan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM.
Anthonius pun bahagia atas prestasi membanggakan tersebut. "Ini merupakan sesuatu yang sangat luar biasa yang diraih oleh stan Divisi Pemasyarakatan Kalimantan Tengah. Pastinya mengharumkan nama daerah dan Pemasyarakatan di Kalteng," kata Anthonius.
--page
Ia menuturkan, seni kerajinan getah nyatu yang didesain oleh warga binaan Rutan Palangka Raya mendapat nilai tertinggi dari hasil penilaian tim juri independen. Terdiri dari Manajemen Hotel Accor Indonesia, Scond Change Foundations, serta Ditjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian.
Selain itu, lanjut dia, tim juri juga menyebut bahwa produk seni kerajinan getah nyatu yang ditampilkan stan Divpas Kalteng memiliki banyak kategori mulai dari yang kecil sampai dengan besar.
Tidak hanya itu, kerajinan getah nyatu dikerjakan dengan takaran jumlah bahan yang berbeda. Tentu semua memerlukan keahlian dan ketelitian. Namun warga binaan yang mewakili Divpas Kalteng mampu mengerjakan dengan baik, memiliki jiwa seni, bahkan bernilai ekonomi.
Sementara itu, Kepala Rutan Kelas II A Palangka Raya Akhmad Zaenal Fikri mengaku bangga dengan hasil tersebut. "Alhamdulillah kita juara pertama," ucap Fikri, Jumat malam.
Sebelumnya, karya getah nyatu ini pernah ditampilkan pada ajang Gelar Karya Kalteng 2018, beberapa waktu lalu. Gubernur Kalteng Sugianto Sabran melirik bahkan langsung membeli hasil karya tersebut. (BUDI YULIANTO/B-3)








