BORNEONEWS, Palangka Raya – Pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) sekolah menengah kejuruan (SMK) di 14 kabupaten/kota di Kalimantan Tengah berjalan lancar.
Meski dari SMK yang menyelenggarakan ujian, tidak semuanya UNBK dengan sistem online. Ada 30 sekolah di Kalteng yang mengelar UN secara offline karena jaringan belum menjangkau.
Siswa-siswi peserta UNBK dari 129 sekolah, tidak ada yang absen, seluruhnya mengikuti ujian selama empat hari berturut-turut mulai Senin-hingga Kamis kemarin. Tidak ada kendala dalam pelaksanaan, meski sempat ada kekhawatiran pasokan listrik di hari ketiga.
“UNBK SMK dari tanggal 2-5 April berjalan lancar dan sukses. Kendala padam listrik pada hari ketiga dapat terpecahkan dengan lancar berkat dukungan semua pihak terutama PLN dan Telkom,” Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Slamet Winaryo kepada Borneonews, Jumat (6/4/2018).
Slamet menjelaskan, dari jumlah 129 SMK yang menjadi peserta UNBK, tidak semuanya menjadi penyelenggara. Sekolah yang menjadi penyelenggara UNBK adalah 90 SMK. Ada puluhan sekolahyang menumpang ke sekolah lain.
--page
Mengenai keterbatasan jaringan sehingga memaksa UNBK dengan sistem offline, Slamet mengatakan tetap optimistis tidak akan menganggu, termasuk kekhawatiran kebocoran soal. Langkah offline telah disiasati dengan menempatkan petugas atau operator terlatih.
“Kalau yang online itu dari pusat masuk server ke loginnya langsung. Bedanya dengan yang offline, harus dikirim dulu token dengan SMS, lalu baru dimasukkan server. artinya ada harus ada petugas khusus memang. Operator keluar dulu cari sinyal, setelah dapat lalu kembali ke sekolah untuk logi dan itu berhasil semua, dan hasil UN itu semuanya sah,” beber Slamet.
Diakui Slamet, ada 30 daerah yang sangat sulit mencari sinyal. Kondisi itu berlangsung sejak dari dulu karena ada beberapa area yang blankspot, terutama pedalaman. Namun menurut dia, harus berani cari terobosan untuk UNBK supaya beranjak maju.
“Masalah terkendala jaringan itu sejak dari dulu, karena itu kami dituntut cari solusi. Ketemu dua cara, satu menggunakan online dan offline. Kita tidak boleh terlalu berfikir daerah terisolir, kapan kita maju. Nah kerjasama Telkom sudah mulai berfikir cari solusi masuk desa,”
“Tidak ada terjadi soal bocor. Kami memantau lapangan dan desk UN oleh kepala sekolah, semua berjalan aman. Laporan kepsek 129 sekolah dan 90 sekolah penyelenggara intinya semua lancar,” pungkasnya. (ROZIQIN/B-3)








