BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Minyak kelapa, salah satu minyak yang bisa digunakan untuk memasak. Tetapi sekarang kalah bersaing dengan pemasaran minyak goreng produksi perkebunan kelapa sawit.
Meski minyak kelapa sulit didapat di pasaran. Untungnya, saat ini masih ada masyarakat yang mengolah minyak kelapa.
Sumiati (50) atau yang akrab disapa Nini Andi, warga Desa Sebuai, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) merupakan satu dari sedikit warga yang masih mengolah minyak tersebut.
"Sejak dulu saya memang membuat dan berjualan minyak kelapa. Tetapi pelanggan tidak terlalu banyak. Peminat minyak kelapa saat ini sudah jauh berkurang," kata Nini Andi, Sabtu (7/4/2018)
Dia kemudian menjelaskan cara membuat minyak kelapa yang selama ini dilakukannya.
--page
"Pertama kita pilih dulu kelapa yang sudah tua, kupas dan bersihkan bagian luar kulit kelapa. Agar minyaknya tahan lama dan tidak berbau," ujarnya.
Setelah itu, buah kelapa tersebut diparut kemudian dituangkan air bersih. Minyak bisa keluar saat parutan kelapa tersebut diperas.
"Setelah itu, didiamkan selama 8 jam, kemudian peras parutan kelapa untuk memghasilkan santan. Santan yang dihasilkan kemudian didiamkan delapan jam, agar terpisah santan bagian atas dan air di bagian bawah," jelasnya.
Santan tersebut kemudian diambil dan direbus dengan api sedang agar menghasilkan minyak.
"Ketika dimasak, jangan lupa santan diaduk merata agar tidak hangus. Setelah jadi minyak, ambil minyaknya. Agar mendapatkan minyak yang bersih, saring minyak tersebut sebelum disimpan di wadah," jelasnya. (WAHYU KRIDA/B-11)








