NACO –

BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur, Hary Rahmad Panca Setia meminta sejumlah proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) agar segera dilelang.

Sebab, Hary melihat, hingga bulan ke empat 2018 ini tidak ada kabar proyek sudah dilelang. Jika terus diulur-ulur, permasalahan seperti sebelumnya dikhawatirkan terulang.

"Ada sejumlah kegiatan yang dipaksakan. Imbasnya, pelaksana pekerjaan harus menanggung resiko di-black list lantaran kegiatan tidak selesai sesuai dengan waktu yang ditentukan," kata Hary, Sabtu (7/4/2018).

Hary mengatakan, saat ini yang sulit diprediksi itu adalah cuaca. Harusnya kegiatan itu mulai dilaksanakan di awal tahun, untuk menghindari pelaksanaan kegiatan yang dilakukan dengan sistem kebut.

"Kita khawatirnya pekerjaan itu waktunya mepet, tambah lagi cuaca tidak menentu. Rekanan bekerja dikejar waktu. Akhirnya bisa saja mereka asal-asalan melaksanakan kegiatan," kata Hary.

--page

Kegiatan yang asal-asalan akan merugikan masyarakat sebagai penerima manfaat program tersebut. Bahkan tidak hanya itu, jika jadi temuan tidak menutup kemungkinan akan berdampak secara hukum.

Sebelumnya Sekda Kotim H Halikinnor mengakui lelang sejumlah proyek memang banyak belum dilakukan. Bahkan dia mengatakan hal itu berpengaruh terhadap realisasi anggaran di triwulan pertama. (NACO/B-11)