BORNEONEWS, Sukamara - Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Trasmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukamara, Evy Andriani berharap agar jalan penghubung antara wilayah pemukiman masyarakat transmigrasi Desa Pulau Nibung, Kecamatan Jelai bisa secepatnya terhubung, karena jalan ini merupakan salah satu kendala dalam pemasaran hasil pertanian.
"Mudah-mudahan nanti jalan arah Desa Sungai Baru tembus, mereka tidak perlu lagi kesulitan menjual hasil kebun," harap Evy, Sabtu (7/4/2018).
Untuk bisa mengeluarkan hasil kebun dari wilayahnya, maka setiap satu kilo gram hasil kebun akan ditarik biaya Rp1.000, sehingga kondisi ini memberatkan petani.
"Karena lewat air mahal, jadi baik ibu buah ataupun sayur akan ditarik biaya Rp1.000 per kilo, sehingga mereka keberatan," tuturnya.
Sebelumnya Kabid Transmigrasi Sukamara, Sutikno mengatakan keinginan warga untuk bisa menikmati jalan penghubung wilayah UPT dengan jalan poros kecamatan sering diutarakan kepada dinasnya.
--page
Keinginan itu cukup beralasan mengingat saat ini untuk mencapai wilayah tersebut hanya bisa dijangkau melalui jalur sungai.
"Jalan yang ada belum bisa dimanfaatkan secara maksmimal sehingga wilayah UPT Desa Pulau Nibung hanya bisa dijangkau memalui jalur sungai, sehingga warga disana mengharapkan jalan darat bisa tembus," katanya. (NORHASANAH/B-6)








