BORNEONEWS, Sampit - Sepak bola di Kotim butuh revolusi. Prestasi sepak bola di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) seakan tidak berkembang.
Hal itu karena kepengurusan Asosiasi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) belum juga selesai hingga berdampak pada persepakbolaan di daerah ini.
Menanggapi hal tersebut, penggiat sepakbola di Kotim pun angkat bicara. Dirinya mengungkapkan, sejak 2014 lalu, Asosiasi PSSI Kotim seakan mati suri. Tidak ada ketua ataupun kepengurusan di dalamnya. Bahkan saat ini, organisasi tersebut nampak ditunggangi politik.
Ada beberapa hal yang secara tiba-tiba muncul dan merupakan pelanggaran organisasi, seperti pengeluaran surat keputusan (SK) pengurus tanpa ada musyawarah cabang (Muscab) dari provinsi.
Dalam menunjuk ketua juga seperti semaunya saja. Padahal dalam aturan PSSI, calon ketua Asosiasi PSSI atau pengurus harus menjadi manager klub selama dua tahun. Sedangkan SK pengurus yang keluar baru-baru ini tidak ada yang terjun di tim sepakbola. Sehingga hal itu sudah melanggar aturan.
"Bagaimana mau sepakbola Kotim maju, Asosiasi PSSI saja masih bermasalah. Bahkan sudah ditunggangi politik. Hingga tidak melihat aturan yang berlaku," ujar Rudi.
--page
Dirinya menyebutkan, percuma saja pimpinan daerah ini menginginkan sepakbola Kotim maju dan berjaya kembali. Namun kepengurusan PSSI masih bermasalah. Sehingga hal itulah yang harus diperbaiki lebih dulu.
"Kalau mau baik sepakbola Kotim, segera laksanakan Musda agar ada ketua terpilih hingga kepengurusan PSSI Kotim bisa berjalan," terang Rudi.
Dirinya juga mengatakan, saat ini sepekbola Kotim tidak bisa berbicara banyak di tingkat provinsi. Karena pembinaan usia dini juga kurang. Walaupun dalam beberapa bulan terakhir sudah mulai diadakan turnamen, itu belum cukup, karena terkesan sangat praktis. Sehingga kalau, Kotim tidak dapat gelar di Porprov 2018 mendatang, itu sangatlah wajar.
"Jadi kalu mau sepakbola Kotim berkembang. Segera benahi kepengurusan sehingga Asosiasi PSSI bisa berjalan dan itu akan berdampak besar bagi persepakbolaan Kotim," terang Rudi. (MUHAMMAD HAMIM/B-2








