PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Tim medis RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya terus memantau perkembangan bayi penderita encephalocele atau jaringan otak dan pembuluh darah berada di luar tengkorak kepala.

Salah satunya adalah konsentrasi menangani masalah berat badan bayi bernama Muhammad Lintang Arsya Saputra itu. Jika berat badan sudah normal dengan usianya (saat ini berusia dua bulan) maka dokter berencana melakukan operasi.

"Berat badan pasien tersebut kurang, juga kena dehidrasi. Awal lahir 2,2 dan sekarang 2,4 Kg. Jadi kita perbaiki keadaan pasien dulu. Dan itu yang kita pantau terus," kata Kabid Diklit Pengembangan Sumber Daya Manusia ( SDM) dan Humas RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya, dr Theoodurus Sapta Atmadja, Sabtu (7/4/2018).

Ia menuturkan, apabila berat badan sudah normal, pihaknya berencana melakukan operasi. Tempat pelaksanaan belum bisa dipastikan. Bisa di RS tersebut atau dirujuk ke RS di Surabaya.

Theo menambahkan, kelainan pada otak itu terjadi sejak anak pertama pasangan Ratna Ratiana Dewi (19) dan Indri Dwi Adi Saputra (21), lahir. Awalnya tidak membesar, tapi semakin lama semakin besar hingga harus dirawat di RS.

--page

Bayi tersebut kini masih dirawat di Doris Sylvanus. Orangtuanya yang bekerja sebagai sopir dan IRT itu membutuhkan bantuan meskipun biaya pengobatan ditanggung BPJS. (BUDI YULIANTO/B-2)