PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun- Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) harus lebih memperhatikan nasib nelayan udang di Desa Kubu, Kecamatan Kumai, khususnya RT 2/RW 1, RT 3/RW 1, dan RT 4/RW 1.

Pasalnya, mereka belum pernah menerima bantuan dari pemerintah, baik berupa alat tangkap maupun sarana pendukung lainnya.

"Dalam kurun waktu beberapa hari ini menangkap udang seperti udang rebon agak susah dan hasilnya bisa dilihat hanya sedikit. Alat tangkap yang kami gunakan bernama sungkur, itupun tidak memadai untuk digunakan," kata Udin, nelayan di RT 3/RW 1 Desa Kubu, Minggu (8/4/2018).

Menurut Udin, bila hasil tangkapan udang dirupiahkan, nominalnya tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Setiap berangkat menangkap udang, mereka harus menggunakan bahan bakar kapal jenis solar sekitar 15-20 liter. Sedangkan hasil yang didapat hanya Rp210 ribu.

"Sebenarnya ada banyak nelayan di desa ini. Tetapi mereka banyak yang pergi karena tidak kuat menunggu datangnya musim udang. Ada yang menambang dan ada yang mencari kayu," ucapnya.

--page

Udin berharap, bisa mendapatkan bantuan berupa alat tangkap atau fasilitas pendukung lainnya untuk digunakan menangkap udang. Sehingga mereka tidak kesusahan lagi dalam mencari nafkah buat keluarga. (SARJITO/B-3)