SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Maret 2018 lalu Sampit mengalami inflasi 0,31% dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 132,68 dengan laju inflasi antara Maret 2017 terhadap Maret 2018 sebesar 2,32%, yang disebabkan kenaikan indeks harga 6 kelompok pengeluaran.

"Inflasi di Kotim terjadi karena kenaikan harga dari enam kelompok pengeluaran," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sampit Guntur, Minggu (8/4/2018). 

Enam kelompok pengeluaran tersebut, yakni kelompok kesehatan 1,37%, bahan makanan 0,93%, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,18%.

Selain itu, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,17%, kelompok sandang sebesar 0,12%, dan kelompok perumahan, air, listrik, gas, serta bahan bakar 0,05%. 

"Sedangkan yang mengalami penurunan hanya terjadi pada kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,35% dibandingkan bulan sebelumnya," terang Guntur. 

--page

Komuditas yang punya andil tertinggi terhadap peningkatan indeks harga yang cukup signifikan di Sampit adalah bawang merah, parfum, ikan tongkol, telepon seluler, dan kacang panjang. 

Sedangkan komuditas yang mengalami penurunan adalah angkutan udara, telur ayam ras, jeruk, apel, dan mie instan. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)