BORNEONEWS, Sampit - Sampit, ibu kota Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengalami pada Maret 2018 mengalami inflasi 0,31% dan merupakan yang tertinggi kelima se-Kalimantan, dari sembilan kota yang dihhitung inflasi/deflasinya.
"Sampit berada di urutan lima tertinggi inflasi di Kalimantan ini," ujar Ketua BPS Kotim Guntur, Minggu (8/4/2018).
Dari sembilan kota indeks harga konsumen (IHK) di Kalimantan yang menghitung inflasi/deflasi tersebut, di mana untuk tertinggi yakni Kota Tanjung (Tabalong) 0,87%, disusul Kota Pontianak 0,64%, Kota Palangka Raya 0,37%, Kota Banjarmasin 0,32%, Kota Sampit 0,31%, Kota Balikpapan 0,27%, dan Singkawang 0,19%.
"Sedangkan yang mengalami deflasi hanya Kota Samarinda sebesar 0,12%, dan Kota Tarakan sebesar 0,03%," terang Guntur.
Inflasi Sampit disebabkan oleh kenaikan indeks harga enam kelompok pengeluaran, yakni kelompok kesehatan sebesar 1,37%, bahan makanan 0,93%, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,18%.
--page
Kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,17%. Klompok sandang sebesar 0,12%, dan klompok perumahan, air, listrik, gas, serta bahan bakar 0,05%.
"Sedangkan yang mengalami penurunan hanya terjadi pada kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,35% dibandingkan bulan sebelumnya," terang Guntur. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)








