BORNEONEWS, Palangka Raya – Jajaran direksi PT Mustika Sembuluh (MS), anak Wilmar Group yang beroperasi di Kabupaten Kotawaringin Timur, disebut sudah menyatakan siap menghadiri sidang adat yang bakal digelar dalam sepekan atau dua pekan mendatang.
Sebab selain justru bakal membuat masalah baru dengan masyarakat adat setempat, ketidakhadiran Bos dari PT Mustika Sembuluh juga tidak akan menyelesaikan masalah. Apalagi, selama ini sudah ada tim investigasi dan mediasi yang turun ke lapangan. Sehingga, pihak perusahaan pun menyatakan siap untuk dilakukan sidang adat.
“Mereka (Bos PT MS) sudah dipanggil dan telah klarifikasi saat dimediasi. Pihak perusahaan pun menyatakan siap untuk hadir dan dilakukan sidang adat,” kata Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, Minggu (8/4/2018).
Menurut Agustiar, sidang adat ini harus dilakukan untuk menjaga harkat dan martabat orang Dayak. Ia mengingatkan, agar siapapun dan dimanapun, untuk memegang prinsip ‘dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung’ sebagai pengendali diri agar tidak semena-mena.
“Tetapi sidang adat ini pun tidak ada yang akan dirugikan, karena hasilnya akan win-win solution. Namanya hukum adat, tujuannya adalah mencari titik temu untuk kedamaian, tentu dengan beberapa kewajiban yang harus dilaksanakan," ujar Agustiar.
--page
Seperti diberitakan, Ketua DAD Kalteng bersama tokoh adat lainnya, Minggu (8/4/2018) siang telah melakukan pertemuan dengan tokoh adat yang juga pengurus DAD Kalteng dan DAD Kotim untuk membahas rencana sidang adat terhadap petinggi perusahaan sawit di Kotim tersebut. (ROZIQIN/B-2)








