BORNEONEWS, Palangka Raya – Pada 2018 ini Pemerintah mentargetkan, investasi harus tumbuh 6,0 hingga 6,6 persen, sementara konsumsi rumah tangga harus tumbuh sebesar 5,1-5,2 persen.
Percepatan pertumbuhan investasi sebesar 6,0 – 6,6 persen tersebut, terutama diharapkan bersumber dari investasi swasta dan optimalisasi investasi pemerintah. Lalu apa upaya yang semestinya dilakukan?
“Upaya percepatan investasi swasta perlu dilakukan dengan terus memperbaiki iklim investasi dan usaha serta menghapuskan hambatan berkembangnya sektor swasta di sektor-sektor utama dan prioritas,” kata Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Kalteng, Lubis Rada Inin, Senin (9/4/2018).
Lubis pun menuturkan beberapa langkah kebijakan untuk mendorong investasi. Setidaknya ada lima langkah yang akan dilakukan. Pertama, melakukan deregulasi peraturan. Kedua, perbaikan iklim investasi secara berkesinambungan terutama di daerah.
“Ketiga, percepatan fasilitasi masalah investasi, seperti: RTRW, infrastruktur, penguatan data potensi investasi, dan penyelesaian pengaduan masalah investasi. Keempat, pemanfaatan dan penyaluran dana repatriasi untuk investasi, dan kelima adalah perbaikan iklim tenaga kerja,”ulas dia.
--page
Sementara itu, Kepala Bappedalitbang Kalteng, Yuren S Bahat mengemukakan dukungannya terhadap upaya mendorong kemudahan izin dan mengeleminir hambatan berusaha. Caranya, fasilitasi pemerintah terhadap investasi.
Hal berikutnya, investasi di sisi pemerintah dilakukan denganc cara realokasi belanja non produktif menjadi belanja investasi, penyerapan belanja pemerintah yang lebih merata di setiap kuartal dalam tahun anggaran, serta mendorong tingkat realisasi belanja pemerintah yang lebih tinggi.
“Selain itu, pemerintah akan melakukan prioritasisasi yang lebih baik dengan memfokuskan pembangunan pada proyek prioritas nasional yang mendorong produktivitas dan peningkatan aktivitas sektor swasta,” bebernya. (ROZIQIN/B-5)








