TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Kesadaran pria di Kabupaten Barito Timur untuk menggunakan alat kontrasepsi atau ber-KB masih rendah. Banyak pria beranggapan bahwa KB adalah urusan perempuan. 

Kemudian, ada anggapan bahwa perempuan saja yang harus disterilisasi serta berpendapat sterilisasi pria sama dengan kebiri.

“Kita harus membangkitkan kesadaran masyarakat bahwa kesehatan reproduksi bukan hanya tanggung jawab istri tetapi merupakan tanggung jawab bersama suami dan istri,” ujar Kepala Bidang Keluarga Berencana Kabupaten Barito Timur Teddy Taroreh, Selasa (10/4/2018).

Menurutnya, kesetaraan dan keadilan gender dalam KB dan kesehatan reproduksi harus meningkat. Untuk itu, pengetahuan pria tentang kesehatan reproduksi dan KB menjadi fokus penting agar mereka mengetahui dan memahami perannya di dalam keluarga. 

Beberapa penelitian menunjukkan, rendahnya partisipasi pria dalam KB karena beberapa faktor yakni akses informasi dan pelayan yang terbatas. Selanjutnya, masih adanya hambatan sosial maupun kultural sehingga diperlukan dukungan dari tokoh agama dan masyarakat dalam rangka meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap KB Pria vasektomi. (PRASOJO EKO APRIANTO/B-2)