BORNEONEWS, Sampit - Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP) di Sekolah Menengah Atas Luar Biasa Negeri (SMALBN) Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) hanya diikuti dua siswa saja.
"Untuk tahun 2018 ini, jumlah peserta UNKP hanya diikuti dua orang, dari siswa tuna rungu, yakni perempuan dan laki-laki," ujar Wakil Kepala SMALBN Sampit Agus, Selasa (10/4/2018).
Sebenarnya siswa kelas XII ada empat orang yang bersekolah di SMALB tersebut. Namun karena dua orang tersebut merupakan tuna grahita. Sehingga mereka tidak melaksanakan UNKP.
Hal itu karena mereka memiliki IQ di bawah rata-rata anak normal pada umumnya. Sehingga tidak dapat mengikuti UNBK dan hanya ujian sekolah saja yang menentukan mereka lulus atau tidaknya.
Sementara, untuk UNKP tersebut dilakukan selama tiga hari dengan tiga mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris. Dimulai sekitar pukul 11.00 WIB.
"Jadwal ujian sama seperti umum, yakni untuk hari pertama Bahasa Indonesia, kedua Matematika, dan hari terkahir Bahasa Inggris," kata Agus.
Untuk soal sendiri semuanya dari pusat yang mana dikirim sebelum ujian berlangsung. Sedangkan hingga hari kedua ini, UNKP di sekolah tersebut berjalan lancar tanpa ada gangguan. (MUHAMMAD HAMIM/B-2)








