BORNEONEWS, Sampit - Saat ini Sekolah Menengah Atas Luar Biasa Negeri (SMALBN) Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih melakukan ujian nasional berbasis kertas dan pensil UNKP. Namun pada 2019 mendatang, pihak sekolah menargetkan akan melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK).
"Kami targetkan tahun depan sudah melaksanakan UNBK, dan mudah-mudahan bisa tercapai," ujar Wakil Kepala SMALBN Sampit Agus, Selasa (10/4/2018).
Dirinya menerangkan, saat ini untuk melakukan UNBK belum bisa, karena peralatan seperti komputer belum lengkap sehingga sangat susah, walaupun siswa yang melaksanakan ujian hanya dua orang.
"Untuk melaksanakan UNBK, tentunya tidak hanya menyiapkan komputer. Namun yang pasti memberikan pelajaran yang mendalam kepada siswa agar bisa mengoperasikan komputer," terang Agus.
Untuk tahun 2018 ini, ada dua siswa yang melaksanakan UNKP di sekolah tersebut. Mereka adalah tuna rungu. Sedangkan dua orang lainnya yang tidak bisa mengikuti UNKP adalah tuna grahita. Hal itu karena mereka memang memiliki IQ lebih rendah ketimbang manusia normal lainnya. (MUHAMMAD HAMIM/B-2)








