BORNEONEWS, Kuala Kurun- Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gunung Mas menggelar Rapat Koordinasi Survei Pelaksanaan Disagregasi Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) di GPU Tampung Penyang, Kuala Kurun, Senin (9/4/2018).
Kepala BPS Kabupaten Gunung Mas Waras menuturkan, Rakor Survei PMTB diharapkan dapat membantu pemerintah dalam meningkatkan iklim investasi dan mempermudah investor menjalankan usaha, serta membantu dunia usaha menentukan kebijakan usaha.
“Responden survei ini beragam dan perlu pendekatan yang berbeda di mana nantinya dapat berguna dalam menentukan arah investasi dan pembangunan khususnya di Kabupaten Gunung Mas," kata Waras.
Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Gunung Mas Yohanes Tuah saat membacakan sambutan tertulis Bupati Arton S Dohong mengatakan, pelaksanakan Rakor PMTB merupakan salah satu instrumen penggerak ekonomi.
PMTB memiliki peran penting dalam produk domestik regional bruto yaitu di Kabupaten Gunung Mas ini mencapai 57,5% terhadap produk domestik regional bruto.
--page
“Salah satu acuan dalam program kerja di 2018 ini adalah investasi dan pembangunan infrastruktur. Oleh karena itu, pembentukan modal tetap bruto sangat dibutuhkan sebagai acuan data dalam mendukung kegiatan tersebut, baik berdasarkan jenis barang modal, institusi, maupun lapangan kerja," ujar Yohanes Tuah.
Selain itu, lanjut dia, penting PMTB dalam menambahkan data. Saat ini data yang tersedia dirasa kurang detail. Sehingga pemerintah kesulitan mengevaluasi dan mengukur kontribusi investor dalam capaian pembangunan serta sebagai data pembanding antarperiode.
“Nantinya dengan adanya kegiatan ini diharapkan diperoleh data investasi jenis barang modal, mesin atau peralatan lainya, alat transportasi, hewan maupun ternak hingga kekayaan intelektual yang dirinci menurut 17 lapangan usaha dan juga 5 sektor institusi pelaku usaha,” sebut dia. (EPRA SENTOSA/B-3)








