SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kondisi rumah Betang di Desa Tumbang Gagu, Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten Kotawaringin Timur saat ini memprihatinkan. Dari itu Pemkab Kotim harus melakukan rehabilitasi mengingat banyak atapnya yang sudah bocor.

Anggota Komisi III DPRD Kotim, Nono mengaku sudah mendapat informasi bahwa kondisi  rumah Betang Tumbang Gagu Kecamatan Antang Kalang  sangat perlu pemugaran.

Politisi partai Hanura ini mengakui bahwa kesistensi dari rumah betang itu adalah sebuah kearifan lokal yang mesti dipertahankan. Tidak hanya tanggung jawab  masyarakat itu sendiri tetapi juga dari pemerintah setempat sangat perlu turun tangan. 

Karena menurut Nono rumah Betang Tumbang Gagu ini merupakan situs budaya dan cagar budaya yang sudah mendunia. "Tidak jarang tamu dan wisatawan dari luar negeri datang hanya untuk menginap di  Betang paling bersejarah itu," katanya, Selasa (10/4/2018)

Dia berharap agar Pemkab Kotim bisa mengalokasikan anggaran khusus untuk pemugaran atau rehabilitasi aset budaya. Tidak hanya Betang ini saja tetapi juga aset budaya lainnya sangat perlu dipikirkan bersama.

--page

Meski demikian dia menginginkan agar program rehabilitasi itu nantinya tetap mempertahankan keaslian dari rumah budaya itu. Mengingat bahan baku berupa kayu ulin masih mudah ditemukan di sekitar bangunan itu hanya saja perlu anggaran dan  fasilitas dari pemkab. (NACO/B-5)