BORNEONEWS, Palangka Raya – Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) mengapresiasi pengembangan wisata Kalteng melalui klasterisasi yang bakal diteliti Said Ismail, mahasiswa Pasca Sarjana Magister Ilmu Ekonomi UPR.
Tetapi ia mengkritisi agar outputnya nanti tidak hanya sebagai ilmu melainkan harus bisa diimplementasikan. Indarjo juga meminta agar konsep pengembangan wisata yang dimaksud, harus berdampak pada peningkatan ekonomi di sekitar obyek wisata.
“Sehingga berdampak pada dua hal, untuk naiknya penerimaan daerah dan untuk masyarakat sekitar obyek. Sebagai catatan, ada loh contoh sebuah negara yang 80% APBN-nya bersumber dari wisata, dan industri wisata adalah yang paling tahan krisis moneter, tahan bangkrut, alias sustainable nya tinggi,” terang lulusan Universitas Diponegoro ini, Selasa (10/4/2018).
“Saya lihat, apa yang diajukan Said Ismail ini masih on the right track dan kuasai materi meski sedang yang bersangkutan sibuk bekerja sebagai Wakil Gubernur. Kita apresiasi, namun juga kita harap konsep pengembangan wisata ini semoga dapat diimplementasikan nantinya,” tandasnya usai menguji proposal tesis tersebut di ruang Pasca Sarjana.
Beberapa saat sebelumnya, Said Ismail menyampaikan proposal tesis dengan judul 'Analisis Pengembangan Pariwisata di Kalteng Melalui Klasterisasi” dihadapan dua dosen pembimbing dan tiga penguji termasuk Plt Rektor.
--page
Ada lima kluster yang direncanakan Said untuk pengembangan wisata Kalteng dengan berbagai karakter dan keunikannya. Lima kluster yang diusulkannya tersebut adalah wisata alam, wisata budaya, wisata religi, wisata sejarah, dan wisata umum. (ROZIQIN/B-5)








