BORNEONEWS, Buntok – Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Selatan menggelar pelatihan studi Environmental Health Risk Assessment (EHRA), Rabu (11/4/2018).
Sekretaris Pokja Sanitasi, Su’aib mengatakan beberapa tantangan yang dihadapi dalam pembangunan sanitasi di antaranya pemerintah kabupaten/kota belum memiliki dokumen sanitasi yang baik.
Selain itu pembangunan sanitasi juga masih dilakukan secara parsial dan masih terbatas pada pembangunan fisik serta belum diimbangi dengan kesiapan lembaga maupun operasionalnya.
“Perencanaan sanitasi yang baik diperlukan pembangunan sanitasi di daerah agar bisa berkelanjutan,” katanya.
Selain itu dokumen perencanaan sanitasi dapat digunakan untuk menyaring investor bidang sanitasi untuk percepatan pencapaian target universal akses sanitasi yakni 100-0-100.
--page
Melalui Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) kabupaten/kota akan difasilitasi menyusun dokumen perencanaan sanitasi berupa buku pemutakhiran strategi sanitasi kota.
“Dalam proses penyusunan buku tersebut, merupakan tanggungjawab Dinkes yakni dengan melaksanakan studi EHRA,” ucapnya.
Dia menjelaskan studi EHRA ini merupakan studi penilaian resiko kesehatan yakni survey partisifatif kabupaten/kota untuk memahami kondisi fasilitas sanitasi dan hygienitas serta perilaku masyarakat pada skala rumah tangga. (URIUTU DJAPER/B-6)








