BORNEONEWS, Buntok – Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Selatan mendata ada 70 desa masuk dalam studi Environmental Health Risk Assessment (EHRA) atau peniliaan resiko kesehatan Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP).
Plt Kepala Dinkes Barsel, dr, Yulia Setiowati mengatakan, kegiatan studi EHRA program PPSP Kabupaten ini merupakan tindaklanjut kick of meeting.
“Untuk studi EHRA ini ditetapkan 70 desa dengan jumlah responden 2.800 kepala keluarga dari starta berbeda,” kata Yulia Setiowati, Rabu (11/4/2018).
Penetapan 70 desa ini, lanjut dia, berdasarkan hasil stratified random sampling dengan empat kriteria yakni kepadatan penduduk, kemiskinan, daerah rawan banjir dan daerah genangan air.
Tujuan dari kegiatan ini untuk memperoleh hasil studi EHRA sebagai bagian utama dari penyusunan pemutakhiran buku strategi sanitasi kota program PPSP Barsel.
--page
Untuk itu, pihaknya meminta kepada peserta yang mengikuti kegiatan ini mampu melaksanakan peran dan tugas supervisor, enumerator dan petugas entri data.
Mulai dari melakukan survey studi EHRA terhadap 2.800 responden pada 70 desa. Menanyakan pertanyaan quesioner dengan baik dan benar kepada responden.
Serta mengamati keadaan sanitasi rumah responden dan melakukan pengolahan, analisis dan interprestasi data EHRA dengan menggunakan sofware bagi petugas entri dan pengolah data.
Adapun peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 82 orang terdiri dari supervisor survey studi EHRA 12 orang, Enumerator untuk 70 desa sebanyak 60 orang dan pengentri serta pengolah data 10 orang. (URIUTU DJAPER/B-6)








