PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya- Pusat Pengembangan dan Pelindungan (Pusbanglin) Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa bekerja sama dengan Balai Bahasa Kalimantan Tengah menyelenggarakan Diseminasi Program Pengayaan Kosakata kepada masyarakat dan menyosialisasikan aplikasi KBBI Edisi V daring, Rabu (11/4/2018).

Kepala Balai Bahasa Kalteng Haruddin mengatakan, tim dari Badan Bahasa datang langsung ke Kalteng untuk menjaring kosakata dari bahasa daerah yang belum dikenal dalam bahasa Indonesia.

"Dalam statistik penyumbang bahasa daerah yang diserap ke dalam bahasa Indonesia, tidak ditemukan bahasa daerah dari Kalimantan, terutama dari Bahasa Dayak. Mungkin juga ada tapi terlalu sedikit sehingga tidak muncul di dalam statistik. Kegiatan ini salah satunya untuk menjaring bahasa daerah ini. Namun dalam bentuk sosialisasi aplikasi KBBI Edisi V," kata Haruddin kepada Borneonews.

Menurut dia, dari tiga pembicara yang hadir dalam kegiatan itu, hanya satu orang yang dari Balai Bahasa Kalteng, sedangkan dua lainnya dari Badan Bahasa.

Pemateri pertama, Hari Sulastri merupakan Peneliti Madya Pusbanglin. Dia menyampaikan materi Kebijakan Pengembangan Kosakata Bahasa Indonesia.

--page

Pemateri kedua, Anthony Suryanyahu selaku Analis Kata dan Istilah Balai Bahasa Kalteng. Dia menyampaikan materi tentang Pengembangan Kosakata Bahasa Indonesia melalui Bahasa Daerah.

Pemateri ketiga, Denda Rinjaya yang merupakan Analis Kata dan Istilah Pusbanglin. Ia menyampaikan materi dengan judul Pengantar Leksikografi dan Simulasi Aplikasi KBBI Edisi V daring.

"Pembicara bahkan panitia yang langsung dari pusat menandakan keseriusan Badan Bahasa terhadap pengembangan bahasa Indonesia. Peserta diseminasi ini diajari memasukkan kosakata baru ke dalam kamus daring ini. Sehingga siapapun, apapun latar belakang pendidikannya, berapapun usianya bisa berkontribusi untuk memperkaya bahasa Indonesia yang bersumber dari bahasa daerah," tutup Haruddin. (TESTI PRISCILLA/B-3)