SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pembangunan ruang kelas dan guru di Madrasah Aliah Negeri (MAN) Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang terbakar, diperkirakan akan memakan dana antara Rp 3 miliar hingga Rp 5 miliar. 

"Kalau pembangunan hingga selesai diperkirakan menghabiskan dana Rp 5 miliar," kata Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Kalteng, Abdul Rahman di Sampit, Rabu (11/4/2018). 

Dia menjelaskan, pembangunan ruang belajar dan guru tersebut dilakukan secara bertahap. Adapun untuk tahap awal adalah membangun pondasi, dengan dana yang dikucurkan sekitar Rp 980 juta. 

Setelah itu akan ada lagi dana untuk meningkatkan pembangunan tahap selanjutnya. Bangunan baru itu direncanakan berlantai dua dan akan lebih megah dibandingkan ruangan sebelum terbakar. 

"Pembangunan dilakukan secara bertahap. Targetnya selesai pada 2019 mendatang," terang Rahman. 

--page

Dia mengatakan, pembangunan tersebut bersifat mendesak. Di samping kebutuhan sekolah, juga lantaran animo masayarakat untuk menyekolahkan anaknya di MAN Sampit sangat luar biasa. 

"MAN Sampit cukup banyak peminatnya. Jadi kami ingin, dengan pembangunan gedung baru tersebut bisa meningkatkan daya tampung. Sehingga proses belajar mengajar di MAN Sampit berjalan lancar," pungkas Rahman. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)