BORNEONEWS, Kuala Kapuas- Puluhan siswa kelas XII jurusan IPA di MAN Kapuas, Kabupaten Kapuas, belum lama tadi, melaksanakan praktikum biologi, sekaligus pelatihan kewirausahaan berupa pembuatan jamu.
"Siswa yang terbagi dalam enam kelompok sangat antusias menjalani rentetan praktikum membuat jamu serbuk berbahan jahe dan kencur," kata guru pembimbing Teno Heika saat ditemui di Aula praktikum MAN Kapuas, Rabu (11/4/2018).
Menurut Teno Heika, praktikum pembuatan jamu merupakan salah satu bentuk upaya memanfaatkan keanekaragaman hayati yang telah dipelajari dalam materi biologi.
“Praktikum ini bertujuan menjadikan siswa terampil dan kreatif memanfaatkan sumber daya alam yang beragam menjadi produk yang berkhasiat dan bernilai ekonomis," sebutnya.
Diharapkan setelah siswa mengikuti praktikum, bisa lebih inovatif lagi mencari sumber bahan yang berbeda dan mampu membuat produk yang beragam.
--page
Di tempat yang sama, siswa MAN Kapuas Rahma Cahya Ningrum, mengaku bahwa dirinya sangat senang dan antusias mengikuti praktikum itu. Menurut dia, pengetahuan tentang membuat jamu merupakan sesuatu yang baru baginya.
“Praktik membuat jamu ini sangat bermanfaat, selain cara mengolahnya yang mudah bahan-bahannya pun gampang didapat. Terlebih khasiat yang dirasakan untuk menjaga kesehatan tubuh," tutur Rahma Cahya Ningrum.
Selain itu, jamu yang dibuat memiliki nilai ekonomis yakni bisa dijual dengan harga terjangkau. "Jadi bisa sebagai peluang usaha,” tutur Rahma Cahya Ningrum lagi.
Sementara itu, Kepala MAN Kapuas Sriyadi mengatakan bahwa salah satu upaya sekolah adalah mengenalkan berbagai kegiatan wirausaha kepada siswa. Salah satunya pembuatan jamu tersebut.
"Setidaknya nanti alumnus MAN yang tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang tertinggi telah memiliki bekal wirausaha," kata Sriyadi. (LAPRO/B-3)








