BORNEONEWS, Sampit - Informasi meluapnya limbah PT Mustika Sembuluh (Wilmar Group) yang beroperasi di Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur rencananya akan dicek oleh pihak pemerintahan kecamatan.
"Kita akan cek ke lapangan pagi ini. Apakah benar informasi (meluap) itu," kata Camat Mentaya Hilir Utara Ady Candra MD Atuk, Kamis (12/4/2018).
Pengecekan itu untuk memastikan kebenarannya biar tidak simpang siur. Dari sejumlah foto yang beredar limbah itu mengalir diduga dari perusahaan tersebut. Limbah itu mengalir ke anak Sungai Sampit.
Diduga meluapnya limbah perusahaan itu akibat tingginya intensitas hujan belakangan ini. Sehingga limbah yang berasal dari penampungan tidak mampu menampung akibatnya meluap.
Sementara itu, Kepala Desa Pondok Damar, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Dimas saat dikonfirmasi terkait meluapnya limbah tersebut mengaku belum tahu secara pasti kebenarannya.
--page
Bahkan, ia mengaku akan mengecek informasi tersebut. "Nanti saya coba cek kebenarannya. Karena saya sendiri belum tahu kebenarannya," pungkas Dimas. (NACO/B-5)








